KLATEN– Ternyata dua dari tiga korban aksi klitih di Prambanan, Klaten, juga pernah terlibat aksi serupa. Keduanya terlibat geng motor dan kelompok perguruan silat tertentu. Kenyataan itu diungkapkan Kapolres Klaten AKBP Muh Faruk Rozi pada konferensi pers di Mapolres setempat, Jumat (12/6/2026). Dia didampingi Kasat Reskrim AKP Taufik Frida Mustofa dan Kasi Humas AKP Suwoto, saat membeberkan kasus pada malam takbiran Idul Adha 1447 H itu.
‘Sebelumnya, dua korban juga pernah menjadi ABH (anak berhadapan dengan hukum) dalam kasus yang sama,” ungkap Kapolres. Kasus kekerasan itu terjadi di Jalan Raya Solo-Jogja Km 17 daerah Sidodadi, Tlogo Kecamatan Prambanan, Klaten, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. ”Para pelaku melakukan penganiayaan karena perbedaan kelompok atau geng. Korban dikejar terjadilah penganiyaan. Antara korban dan tersangka tak saling kenal,” ujar Kapolres.
Dari hasil penyelidikan polisi terungkap bahwa, baik korban maupun pelaku sama-sama mempunyai komunitas. Kejadiannya spontan saat bertemu di jalan. ”Dari identitas yang berhasil diamankan, di rumah korban ada stiker atau bendera yang mengindentifikasi korban gabung kelompok tertentu,” tegas Kapolres. ”Sekitar dua tahun yang lalu, korban terlibat kasus serupa, seperti yang kemudian menimpa korban di malam takbiran, sama-sama pakai senjata tajam,” imbuhnya.
Satreskrim Polres Klaten terus mendalami kasus tersebut. Belum diketahui, apakah kejadian itu merupakan aksi balas dendam. Namun polisi fokus pada tindak pidana yang telah dilakukan. Pada saat kejadian, ketiga korban menumpang sebuah sepeda motor berknalpot brong, serta tidak memakai helm. Dia mengimbau orang tua untuk mengawasi anak-anaknya, agar tidak keluyuran malam atau nongkrong.
Ternyata Dua Korban Klitih di Prambanan Pernah Lakukan Aksi Serupa