• Tue. Oct 13th, 2026

Joglo Pos

Koran Umum Sahabat Masyarakat Klaten

Wartawan Joglopos Wakili Indonesia di King Hamad Award Bahrain 2026

ByKaryana

Oct 13, 2026
Share :

KLATEN-Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. H. Moch. Isnaeni, Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten sekaligus Wakil Pimpinan Umum Joglopos, resmi tercatat sebagai peserta King Hamad Award for Peaceful Coexistence and Tolerance 2025–2026 di Kerajaan Bahrain. Pendaftarannya dinyatakan telah diterima secara resmi oleh panitia pada 10 Oktober 2026.
Isnaeni mengikuti kategori Individual – Education and Media for Coexistence dengan mengusung program Sekolah Kerukunan melalui outing class di enam rumah ibadah Grha Bung Karno Klaten.
Program ini mengedepankan pendidikan toleransi sejak dini melalui pengalaman langsung, sekaligus memperkenalkan praktik hidup berdampingan secara damai yang dikembangkan di tingkat lokal.
Inovasi yang diajukan Isnaeni berjudul “Sekolah Kerukunan: Peran Media dalam Menguatkan Kerukunan dan Toleransi Melalui Outing Class di 6 Rumah Ibadah Komplek Grha Bung Karno Klaten – Zero Konflik 2023–2026”.
Program tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anak hingga masyarakat umum untuk mengenal keberagaman agama secara langsung. Di Grha Bung Karno, peserta dapat mengunjungi enam rumah ibadah dalam satu kawasan, yakni:
• Masjid.
• Gereja Kristen.
• Gereja Katolik.
• Vihara.
• Klenteng.
• Pura Shantiloka.
Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memahami bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk membangun persaudaraan dan saling menghormati.
“Ini bukan tentang kami di FKUB, tetapi ini tentang Klaten. Jika Klaten yang pernah punya potensi konflik bisa zero konflik, maka dunia pun juga bisa,” ujar Isnaeni.
Keikutsertaan Klaten dalam penghargaan internasional ini tidak hanya melalui jalur individu. FKUB Kabupaten Klaten juga mengajukan pendaftaran pada kategori institusi.
Ketua FKUB Kabupaten Klaten, KH. Syamsuddin Asyrofi, membenarkan bahwa kedua pendaftaran telah berstatus Submitted and Officially Received.
Menurut Syamsuddin, pendaftaran Isnaeni pada kategori individu diterima pada 10 Oktober 2026, sedangkan pendaftaran FKUB Kabupaten Klaten pada kategori institusi diterima sehari sebelumnya, yakni 9 Oktober 2026.
Kedua delegasi mengusung inovasi yang berkaitan dengan pendidikan toleransi dan penguatan kelembagaan kerukunan masyarakat.
Syamsuddin menyebut, strategi mengajukan individu dan institusi sekaligus menjadi langkah penting untuk memperkenalkan program kerukunan Klaten ke tingkat internasional.
Salah satu aspek yang diangkat dalam pendaftaran tersebut adalah penguatan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) di tingkat desa dan kecamatan. Berdasarkan keterangan FKUB Klaten, program ini melibatkan: 4.544 anggota PKUB desa se-Kabupaten Klaten. 429 pengurus PKUB kecamatan. Dukungan kelembagaan melalui FKUB Kabupaten Klaten. Keberadaan jaringan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi masyarakat, memperkuat toleransi, serta mencegah potensi konflik berbasis perbedaan agama dan keyakinan.
Syamsuddin juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Klaten, Kementerian Agama Kabupaten Klaten, Asosiasi FKUB Indonesia, pimpinan Joglopos, serta seluruh anggota PKUB yang mendukung program tersebut.
King Hamad Award for Peaceful Coexistence and Tolerance merupakan penghargaan internasional yang diprakarsai Kerajaan Bahrain untuk mendorong kehidupan damai, dialog antarbudaya, toleransi antaragama, serta penolakan terhadap ekstremisme dan kebencian.
Penghargaan ini ditujukan kepada individu maupun organisasi yang memiliki kontribusi nyata dalam membangun kehidupan masyarakat yang inklusif dan harmonis.
Bagi Klaten, keikutsertaan dalam ajang ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan praktik pendidikan toleransi berbasis komunitas kepada masyarakat internasional. Meski pendaftaran telah diterima secara resmi, status tersebut belum berarti Isnaeni atau FKUB Klaten telah memenangkan penghargaan. Hasil akhir tetap bergantung pada proses penilaian penyelenggara.
Keikutsertaan H. Moch. Isnaeni dan FKUB Kabupaten Klaten membawa pesan bahwa pendidikan toleransi dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Melalui kunjungan ke enam rumah ibadah dan penguatan jaringan PKUB, Klaten berupaya menjadikan kerukunan sebagai pengalaman nyata, bukan sekadar slogan.
Kini, perhatian tertuju pada proses penilaian King Hamad Award Bahrain 2026 untuk inovasi Sekolah Kerukunan Klaten. Harapannya, inisiatif dari Jawa Tengah ini dapat menginspirasi daerah lain di Indonesia maupun komunitas internasional dalam membangun perdamaian yang berkelanjutan.

Kirim berita :
Hubungi Redaksi ?
Hallo, Selamat datang di Redaksi Joglo Pos !
Ada berita yang ingin disampaikan ?
Silahkan ditulis lengkap kejadian peristiwa beserta fotonya !
Menerima update berita ? OK No thanks