KEMALANG – Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang menjadi salah satu desa wisata di kabupaten Klaten yang masuk kategori berkembang. Tak hanya destinasi wisata yang menyuguhkan keindahan alam lereng Gunung Merapi di sisi barat wilayah Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.
Desa tersebut memiliki oleh-oleh hingga kuliner khas. Pada Festival Desa Wisata Klaten yang digelar di Taman Barepan Kecamatan Cawas pekan lalu, potensi kuliner dan oleh-oleh itu menyabet juara 1.
Kuliner dan oleh-oleh khas tersebut yakni Kopi Sapuangin dan nasi jagung. Kopi Sapuangin menjadi salah satu produk kopi asli para petani di Desa Tegalmulyo. Sejak 2017, warga kembali menanam kopi setelah sempat berhenti dan menebang pohon kopi di kebun mereka selama lebih dari dua dekade lantaran harga anjlok.
Penanaman kembali kopi di Tegalmulyo dipengaruhi faktor harga kopi yang mulai stabil serta warga sudah memahami cara budi daya hingga pengolahan yang benar.
Jenis kopi yang ditanam yakni arabika dengan beragam varietas. Sebanyak dua varietas menjadi unggulan yakni Yellow Bourbon dan Abyssinia.
Kopi Sapuangin menjadi salah satu produk yang diburu para pencinta kopi. Bahkan, ada yang rela inden untuk mendapatkan produk Kopi Sapuangin lantaran saat ini jumlah produksi masih jauh dari permintaan.
Sementara, nasi jagung menjadi kuliner khas di Tegalmulyo. Makanan itu menjadi konsumsi yang biasa dinikmati warga di desa tersebut.
Hal itu seperti yang disampaikan Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Sejahtera Desa Tegalmulyo, Purnama. “Kalau untuk konsumsi warga, nasi jagung biasanya selalu ada,” kata Purnama Senin (28/9/2026).
Selain untuk konsumsi, ada warga yang bisa memenuhi pesanan nasi jagung. Ada berbagai isian dari paket nasi jagung yang ditawarkan. “Ada nasi jagung putih, ikan asin, botok tempe, godong telo, sambel orek,” jelas Purnama.
Kuliner dan oleh-oleh khas menjadi daya tarik lain wisata di Tegalmulyo. Tak hanya menyuguhkan wisata panorama alam Merapi dengan perbukitan yang hijau oleh lebatnya pepohonan, desa tersebut memiliki sejumlah potensi daya tarik wisata.
Seperti edukasi kopi, trekking minat khusus di Sapuangin, kamping hingga pesona kawasan Girpasang yang pernah viral.
Purnama mengungkapkan penataan wisata di wilayah Tegalmulyo terus dilakukan. Hal itu termasuk upaya menghidupkan kembali pariwisata dengan potensi Girpasang.
“Ini yang enjadi PR kami bersama-sama teman Pokdarwis dan BUMDes bagaimana cara mengembangkan isata menjadi lebih dikenal lagi melalui membuat paket-paket baru,” jelas Purnama.