• Mon. Jun 22nd, 2026

Joglo Pos

Koran Umum Sahabat Masyarakat Klaten

Umbul Donga Lintas Iman Warga Prawatan Bersatu dalam Doa dan Jamasan Alat Pertanian Hadapi El Nino

ByKaryana

Jun 21, 2026
Share :

JOGONALAN-Ratusan warga dari 13 RW memenuhi halaman Kantor Desa Prawatan, Kecamatan Jogonalan, Klaten, pada Jumat (19/6/2026) malam.

Mereka berkumpul dalam acara Umbul Donga Lintas Iman yang didalamnya juga terdapat kegiatan jamasan alat pertanian hingga jagongan refleksi desa.

Dihadiri ratusan warga dan tokoh agama dari unsur Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu yang tergabung dalam Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) setempat. Doa-doa pun dilantunkan secara bergantian.

Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian besar Bumi Sangkara Fest 2026.

Sebuah kegiatan kebudayaan yang bertujuan melestarikan lingkungan. Sekaligus membersihkan batin warga desa di tengah situasi zaman yang kian menantang.

Kepala Desa Prawatan Sabiq Muhammad menjelaskan, esensi dari kegiatan tersebut adalah kelanjutan dari aksi nyata yang sudah dimulai sejak Minggu (14/6/2026).

“Sejak 14 Juni, seluruh warga desa sudah bergerak membersihkan wilayahnya secara fisik. Mulai dari jalan, tempat umum, hingga sungai yang menjadi sumber kehidupan. setelah yang fisik selesai, kita bersihkan batin semua warga,” ujar Sabiq.

Melalui umbul donga tersebut, kades bersama warga berharap selalu diberi keselamatan dan kelancaran dalam memperoleh rezeki sehingga tidak ada halangan dalam mencukupi kehidupan sehari-hari.

Salah satu prosesi paling sakral dalam acara tersebut adalah jamasan (pencucian) alat-alat kerja.

Uniknya, alat yang dijamasi tidak hanya cangkul, sabit, dan gasrok (alat penyiang gulma) milik petani.

Tetapi juga gergaji dan parang milik perajin/tukang bangunan, hingga peralatan kesiapsiagaan bencana milik relawan RW.

Air yang digunakan untuk menjamasi pun bukan dari sumber sembarangan.

Air tersebut diambil dari tujuh bendungan yang selama ini menjadi urat nadi irigasi persawahan Prawatan.

Menariknya dalam pengambilan air dari tujuh bendungan itu, anak-anak dan muda-mudi diajak keliling desa.

Mengambil air tersebut sembari melihat langsung kondisi hulu sebagai sumber pengairan di wilayah mereka.

Di sisi lain, berdasarkan prediksi BMKG, fenomena El Nino akan melanda Klaten dari bulan Juni-Oktober 2026.

“Saat ini, aliran sungai dan debit mata air di beberapa bendung terpantau mulai mengecil. Sekitar 42 hektar lahan sawah di bawah kelompok tani Sari Buana 1 dan Sari Buana 2 terancam kekeringan dan berpotensi kehilangan akses air bending,” ungkap Sabiq.

Sebagai informasi, 60 persen warga Prawatan menggantungkan hidup di sektor pertanian.

Terlebih lagi 80 persen di antaranya adalah petani penggarap yang tidak memiliki lahan sendiri.

Krisis air  menjadi ancaman langsung saat musim kemarau tiba.

“Jika bendung kering, terpaksa kami menggunakan sumur tancep. Padahal sumur tancep itu sangat kami hindari, karena itu sebenarnya air yang menjadi hak anak cucu kita 50 tahun ke depan,” ujarnya.

Setelah prosesi jamasan oleh para tokoh agama dan perangkat desa selesai, acara dilanjutkan dengan jagongan refleksi desa.

Forum tersebut menjadi ruang bagi sekira 670 warga yang hadir untuk saling berkeluh kesah.

Langkah itu diambil Sabiq sebagai strategi jitu untuk menyusun Rencana Pembangunan Desa tahun 2027. Apalagi, kondisi keuangan desa yang juga terdampak efisiensi.

“Cara pemerintah menyerap aspirasi sering kali tidak sempurna. Maka ngobrol bareng ini jauh lebih efektif. Ini penting karena Dana Desa saat ini hanya tersisa 30 persen dari biasanya. Ditambah bantuan keuangan dari kabupaten dan provinsi yang kian menipis. Kita harus benar-benar menentukan mana yang prioritas sesuai kebutuhan riil warga,” tegasnya.

Ketua Pelaksana Bumi Sangkara Fest Catur menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam festival tahun ini sangat total. Warga tidak hanya memposisikan diri sebagai penonton, melainkan ikut menyumbang tenaga dan ide sejak awal.

“Acara ini sudah kali kedua digelar dan harapan kami bisa menjadi agenda tahunan. Selain merti desa dan umbul donga, masih ada rangkaian Kirab Budaya, festival lomba anak, serta lomba masak pada Minggu (21/6/2026), dan akan ditutup dengan pentas warga sekaligus pemberdayaan UMKM pada Kamis (25/6/2026) nanti,” pungkas Catur.

Kirim berita :
Hubungi Redaksi ?
Hallo, Selamat datang di Redaksi Joglo Pos !
Ada berita yang ingin disampaikan ?
Silahkan ditulis lengkap kejadian peristiwa beserta fotonya !
Menerima update berita ? OK No thanks