• Tue. Aug 18th, 2026

Joglo Pos

Koran Umum Sahabat Masyarakat Klaten

Mahasiswa KKN UMBY Ajari Warga Magersari Olah Bunga Mawar Jadi Sari Mawar dan Kenalkan AI

ByPaidi Joglopos

Aug 18, 2026
Share :

MAGELANG – Di tengah gencarnya perbincangan soal kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kota-kota besar, warga Dusun Magersari, Desa Pakis, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, justru mendapat pengalaman belajar yang tak biasa yakni  mengolah bunga mawar menjadi sari mawar segar, sekaligus belajar menyusun perintah (prompt) untuk AI guna membuat logo produk. Dua kegiatan yang terdengar tak berhubungan ini disatukan dalam satu program pemberdayaan masyarakat oleh mahasiswa KKN-PPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Kelompok 72.

Program ini digagas dengan satu keyakinan sederhana: memberdayakan masyarakat tidak melulu soal ekonomi atau teknologi semata, tetapi bisa dilakukan dengan memadukan keduanya sekaligus — mengangkat potensi alam yang sudah ada di halaman rumah warga, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan menghadapi dunia digital yang bergerak semakin cepat.

 

Dari Mawar Tabur

Jadi Peluang Usaha

Selama ini, bunga mawar di Dusun Magersari lebih banyak ditanam dan dijual sebagai mawar tabur — bunga yang biasa digunakan warga untuk ziarah kubur atau berbagai kebutuhan tradisi tabur bunga lainnya. Padahal, di berbagai daerah lain, bunga yang sama telah diolah menjadi produk bernilai jual yang lebih beragam, mulai dari teh kuncup mawar hingga minuman herbal. Pemanfaatan bunga mawar menjadi produk olahan dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan nilai tambah dan mengembangkan potensi ekonomi dari komoditas lokal yang dimiliki Dusun Magersari.

Melihat peluang tersebut, mahasiswa KKN mengajak warga mempraktikkan langsung cara mengolah bunga mawar menjadi sari mawar — mulai dari memilih dan membersihkan bunga, mengeringkan, menyangrai, hingga menyeduhnya menjadi sari mawar siap konsumsi. Warga tidak hanya menonton demonstrasi, tetapi turun tangan langsung mencoba setiap tahapan, dari dapur sampai ke meja penyajian.

Kegiatan pembuatan sari mawar berlangsung dengan suasana hangat dan penuh antusiasme. Warga Dusun Magersari yang hadir cukup banyak dan aktif mengikuti setiap tahapan praktik, mulai dari persiapan bahan hingga proses pengolahan bunga mawar menjadi sari mawar. Warga juga terlihat antusias bertanya dan mencoba secara langsung, sehingga kegiatan berlangsung interaktif dan menyenangkan. Hasil praktik berupa sari mawar menjadi salah satu bentuk pemanfaatan potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah bagi masyarakat.

Langkah ini bukan sekadar aktivitas seru-seruan. Selama ini mawar tabur dari Dusun Magersari memang sudah lebih dulu dikenal dan dijual warga, namun nilai jualnya relatif terbatas pada kebutuhan ziarah. Dengan keterampilan baru ini, mawar yang sama berpotensi diolah menjadi produk rumahan dengan nilai tambah lebih tinggi, sejalan dengan sejumlah desa lain yang lebih dulu sukses mengembangkan mawar menjadi komoditas olahan bernilai ekonomi.

Belajar Bikin Logo Sendiri Pakai Gemini

Di sesi berikutnya, warga diajak masuk ke praktik yang lebih konkret: memanfaatkan fitur create image di Gemini untuk membuat logo sendiri — misalnya logo produk sari mawar yang baru saja mereka buat. Peserta dikenalkan cara menyusun perintah (prompt) sederhana namun spesifik, seperti menyebutkan warna, bentuk, atau elemen yang ingin ditampilkan, agar Gemini bisa menghasilkan gambar logo sesuai keinginan.

Dengan praktik langsung ini, warga tidak hanya paham secara teori bahwa AI butuh instruksi yang jelas, tetapi juga langsung merasakan manfaatnya: dari yang tadinya belum punya identitas visual untuk produk olahan mawar mereka, kini bisa mencoba membuat logo sendiri hanya lewat beberapa kalimat perintah.

Namun yang tak kalah ditekankan adalah sisi kehati-hatian. Mahasiswa KKN mengingatkan bahwa hasil dari AI, termasuk gambar logo yang dibuat, tetap perlu dicek dan disesuaikan kembali sebelum benar-benar dipakai, karena AI tidak selalu langsung menghasilkan sesuatu yang pas dengan yang dibayangkan.

Warga Dusun Magersari terlihat antusias saat mempraktikkan pembuatan logo menggunakan Gemini. Peserta bebas berkreasi menyusun prompt sesuai ide dan karakter produk yang ingin ditampilkan, sehingga menghasilkan berbagai konsep logo yang unik dan beragam. Kegiatan berlangsung interaktif karena warga dapat langsung mencoba, mengeksplorasi kreativitas, serta melihat hasil logo dari prompt yang mereka buat sendiri.

 

Dua Kegiatan,

Satu Tujuan

Meski tampak seperti dua dunia berbeda, sari bunga mawar dan edukasi AI sebenarnya berangkat dari semangat yang sama: membantu warga Dusun Magersari mengenali dan memaksimalkan apa yang mereka miliki — baik itu potensi alam di sekitar rumah, maupun kesempatan untuk tidak tertinggal dari perkembangan teknologi.

“Pemberdayaan itu bukan cuma soal memberi tahu, tapi mengajak masyarakat mencoba dan mengalami sendiri,” demikian semangat yang melandasi program ini, sebagaimana tercermin dari rangkaian kegiatan yang menggabungkan penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, hingga pendampingan.

Keberhasilan program ini diukur lewat sejumlah indikator, mulai dari seberapa jauh warga memahami proses pembuatan sari mawar, kemampuan mereka menyusun prompt sederhana, hingga tingkat kepuasan terhadap keseluruhan kegiatan.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga Dusun Magersari. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti praktik pembuatan sari mawar serta mencoba membuat logo produk menggunakan Gemini dengan kreativitas masing-masing. Melalui kegiatan ini, warga memperoleh pengalaman baru dalam mengembangkan potensi bunga mawar menjadi produk bernilai tambah, sekaligus memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung kreativitas dan branding produk. Program KKN ini menjadi contoh kecil namun konkret bagaimana perguruan tinggi dapat hadir di tengah masyarakat — tidak hanya membawa teori, tetapi juga tangan yang mau turun langsung mengolah bunga mawar dan pikiran yang mau berbagi soal teknologi masa depan. (Rilis Mahasiswa KKN-PPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta Kelompok 72/Editor Paidi/Joglo Pos)

 

 

Kirim berita :
Hubungi Redaksi ?
Hallo, Selamat datang di Redaksi Joglo Pos !
Ada berita yang ingin disampaikan ?
Silahkan ditulis lengkap kejadian peristiwa beserta fotonya !
Menerima update berita ? OK No thanks