KLATEN- Deru mesin dan kepulan debu mewarnai gelaran Klaten International Motocross dan Kejurnas Motocross Round 6 Tahun 2026 di Sirkuit Bokong Semar, kawasan wisata Rowo Jombor, Klaten, Sabtu-Minggu (22–23/8/2026).
Kejuaraan tersebut masuk dalam rangkaian kemeriahan Hari Jadi ke-222 Klaten.
Ajang resmi yang mendapatkan pengesahan dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menjadi salah satu kejuaraan otomotif terbesar di Jawa Tengah.
Memadukan persaingan atlet tingkat dunia dengan daya tarik wisata daerah atau sport tourism.
Panitia penyelenggara, Wahyu, mengungkapkan, gelaran tersebut menghadirkan 125 pembalap nasional serta crosser internasional dari sejumlah negara yang bertarung di tujuh kelas berbeda.
“Hari pertama peserta sangat semangat. Beberapa pembalap internasional harus beradaptasi dengan sirkuit baru ini. Kemarin Bupati Klaten juga menggelar gala dinner dan para pembalap internasional sangat terkesan dengan destinasi wisata serta kuliner di Klaten,” jelas Wahyu Sabtu (22/8/2026)
Sejumlah crosser mancanegara yang meramaikan arena antara lain:
- Gage Dunham (Amerika Serikat),
- Witsarut S (Thailand)
- Jake Ramens, Lewis Stewart dan Madoc Dixion (Australia)
- Alena M (India)
- Pascal Daniel (Prancis).
Salah satu crosser asal Australia dari Tim Motocross R71, Jake Rumens membagikan kesannya usai menjajal trek di Sirkuit Bokong Semar, kawasan wisata Rowo Jombor tersebut.
“Lintasan hari ini cukup bagus, agak berdebu dan bukan jalur yang biasa saya jalani, tapi saya berusaha untuk membiasakan diri,” ujarnya.
Sirkuit Bokong Semar berdiri di atas lahan yang memiliki total luas 13 hektare.
Sedangkan untuk panjang lintasan dari kejuaraan motorcross kali ini 1,3 Km di area seluas 3 hektare dan telah berstandar internasional.
Ke depan, sirkuit yang berada di kawasan tersebut diproyeksikan menjadi permanen, sekaligus pusat otomotif di Jawa Tengah.
Nantinya mengintegrasikan sejumlah disiplin otomotif berstandar internasional. Seperti motocross, road race, slalom, drifting serta drag.
Kejuaraan bertaraf internasional tersebut menyedot perhatian penonton lokal.
Muhammad Ramdani, 20, warga Kajoran, Klaten Selatan, mengaku penasaran melihat aksi pembalap luar negeri secara langsung.
“Seru sih, bisa lihat pembalap luar juga. Lintasannya bagus dan panjang. Tiketnya juga terjangkau, cuma agak panas saja lokasinya. Harapannya event seperti ini minimal ada setahun sekali,” tutur Ramdani.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menekankan bahwa keistimewaan kejuaraan ini terletak pada lokasinya yang menyatu dengan kawasan objek wisata Rowo Jombor.
Hal ini sejalan dengan visi Pemkab Klaten memperkuat branding daerah sebagai Sport Tourism City.
“Harapan kita bersama, ini menjadi event olahraga sekaligus sarana berwisata,” jelasnya.
“Dengan modal kunjungan wisatawan yang menembus 7,5 juta wisatawan, PR kita adalah meningkatkan masa tinggal mereka. Jika wisatawan menginap, perputaran ekonomi bagi UMKM, hotel, kuliner hingga transportasi akan jauh lebih luar biasa,” lanjut Hamenang.
Selain dampak ekonomi dan komitmen perbaikan infrastruktur jalan menuju objek wisata secara bertahap, kehadiran Sirkuit Bokong Semar tersebut diharapkan menjadi wadah kebangkitan potensi pembalap lokal talenta muda asal Klaten yang selama ini berkiprah di daerah lain karena keterbatasan fasilitas.