POLANHARJO – Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo sejak diresmikan Bulan Juli 2025 oleh Presiden RI Prabowo Subianto bersama 108 KDMP se-Indonesia, hingga saat ini terus berkiprah. KDMP Desa Ponggok yang beralamat di Jalan Polanharjo-Karanganom Desa Ponggok ternyata terus berkiprah secara nyata di beberapa bidang usaha, diantaranya bidang pertanian, perikanan, Kesehatan serta kebutuhan pokok Masyarakat.
Dengan demikian, bidang usaha yang dikelola KDMP tidak tumpang tindih dengan bidang usaha yang di Kelola oleh BUMDes Tirta Mandiri maupun Pemdes Ponggok sendiri. Saat ini, bidang usaha yang dikelola BUMDes Tirta Mandiri antara lain bidang pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Desa Ponggok.

Demikian disampaikan Ketua KDMP Ponggok, Muhammad Habib beberapa waktu lalu. Menurutnya, KDMP Desa Ponggok saat ini memiliki 166 anggota dan beberapa unit usaha, di antaranya toko desa, klinik, kios pupuk, pakan ikan, serta penggilingan padi.
Lebih jauh dikatakan Habib, KDMP Desa Ponggok terdiri dari berbagai gerai, termasuk gerai pupuk, pakan ikan, elpiji, klinik desa, serta kantor administrasi.

Ia menambahkan, KDMP menjadi jembatan efektivitas rantai pasok hingga hilirisasi pertanian dan perikanan. “Jadi kalau petani dan peternak ikan itu kan jualnya hampir sebagian besar ke tengkulak. Nah, KDMP ini kami siapkan untuk bisa menjadi off-taker bagi petani dan perikanan,” ungkap Habib.
KDMP Desa Ponggok juga menampung hasil panen padi dan mengelolanya di penggilingan agar nilai jual lebih tinggi. Di sektor perikanan, hasil panen ikan diserap dan dikelola menjadi produk turunan, seperti fillet, frozen, serta rencana realisasi UMKM berupa sosis atau bakso ikan.
DI Bidang Kesehatan, Klinik Desa KDMP Ponggok juga telah membuka pelayanan kesehatan dasar setiap hari. Saat ini, masyarakat Desa Ponggok telah mengakses pelayanan kesehatan dasar secara gratis di Klinik Desa KDMP Ponggok. Dimana terdapat bidan desa dan petugas kesehatan dari Puskesmas Polanharjo, setiap hari bertugas jaga di klinik tersebut, sehingga melalui Klinik Desa KDMP Masyarakat menjadi lebih mudah dan cepat mengakses kesehatan.
Koordinator Klinik KDMP Desa Ponggok, Any Fitriawati, mengatakan klinik buka pada Hari Senin-Kamis pukul 08.00-12.00 WIB, Jumat pukul 08.00-10.00 WIB, dan Sabtu pukul 08.00-11.00 WIB. Menurutnya keberadaan klinik ternyata lebih mudah diakses oleh masyarkat Desa Ponggok.

“Kalau di sini rata-rata keluhan masyarakat itu seputar penyakit Flu, keju kemeng [pegal-pegal], serta pemeriksaan tensi darah. Dari klinik ini juga bisa memberikan rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama agar masyarakat bisa ditangani sedini mungkin,” kata Any.
Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Desa Ponggok, Ratnasari Irawati, SE juga menyampaikan selain bisa berobat ke Klinik KDMP, masyarakat juga bisa konseling, pemeriksaan kesehatan, skrining, pemeriksaan laboratorium sederhana (cek gula darah, asam urat, kolesterol), hingga pelayanan KB.
Selain itu, penanganan stunting dan update data perkembangan bayi dan balita menjadi target utama ibu-ibu dan kader Integritas Layanan Prima (ILP) Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo.
Ada sekitar 15 ibu kader ILP yang serius berdiskusi bersama dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Polanharjo dan Ketua Tim Penggerak PKK desa setempat, Ratnasari Irawati. Mereka tengah membahas bagaimana agar angka stunting di desa setempat bisa ditekan.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Ponggok, H Junaedhi Mulyono, SH, menegaskan, KDMP Desa Ponggok memang diarahkan untuk hilirisasi pertanian dan perikanan serta penyediaan bahan kebutuhan pokok, sehingga tidak tumpang tindih dengan BUMDes. Semua proses, mulai dari bibit, pupuk, hingga pemasaran, didukung koperasi.
“Jadi memang pengurus koperasi ini harus tahu business plan, harus tahu pelaporan keuangan termasuk mereka juga harus punya manajerial yang bagus, sehingga bidang usaha atau gerai di koperasi ini terarah, berkesinambungan dan menguntungkan,” pungkas Kades Junaedhi yang saat ini menjadi Ketua APDESI se-Indonesia. (bud)