JATINOM – Sebanyak 90-an Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kabupaten siap beroperasi menyusul telah diresmikannya koperasi tersebut oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara langsung di Jawa Timur beberapa hari lalu. Di wilayah Klaten, salah satunya yakni KDMP Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom.
Koperasi tersebut saat ini masih menunggu secara resmi juklak/juknis atau SOP, mengenai rincian harga satuan dari sejumlah komponen yang telah dikirim ke KDMP Desa Bonyokan. “Diresmikan oleh Bapak Presiden sudah, namun secara SOP kita kan belum tau, baik teknis maupun harga satuan komponen yang sudah dikirim ke koperasi, ada kebutuhan rumah tangga seperti sabun dan peralatan Rumah Tangga lainnya yang sudah dikirim ke koperasi, namun kita belum tahu rincian harganya,” ungkap Kepala Desa (Kades) Bonyokan, Jatinom, H Surono ‘Lembu Suro’ kepada Joglo Pos, Selasa (20/5/2026).

Ke depan KDMP Desa Bonyokan akan menghidupkan sekaligus mengoptimalkan gerai UMKM diantaranya akan membuka gerai kue apem di kantor KDMP serta akan menyediakan gerai Frozen Puyuh. Selain itu, KDMP Desa Bonyokan juga akan mebuka gerai cofee yang rencananya akan beroperasional 24 jam.
“Rencananya kita akan membuka gerai kue apem dan gerai frozen puyuh, dan juga gerai cofee yang nantinya kita akan uji coba buka selama 24 jam. Jadi bagi yang suka ngopi, moggo besuk kalau sudah buka silahkan nongkrong sambil ngopi di gerai KDMP Desa Bonyokan,” tandas Kades Surono.
KDMP Desa Bonyokan juga telah dilengkapi kendaraan satu unit truk, 1 unit mobil picup berjenis mesin diesel Mahendra serta dua unit motor roda tiga.
Sementara itu disinggung apakah unit usaha yang akan dikelola KDMP akan berbenturan dengan unit usaha yang dikelola Badan usaha Milik Desa (BUMDes) Bonyokan Sejahtera saat ini, Kades Surono mengungkapkan tidak, berbed dengan unit usaha yang dikelola BUMDes Sejahtera. ” Selama ini BUMDes kita hanya mengelola retribusi Pasar Legen (Klitikan), Pasar Hewan dan ternak ayam petelur yang merupakan program Ketahanan Pangan, jadi tidak ada benturan dalam pengelolaan unit usahanya,” tandas Kades Surono.
Menurut Kades Surono, saat ini Pendapatan Asli Des (PADes) Bonyokan, baik dari hasil dari sewa ruko yang dikelola Pemdes Bonyokan, maupun dari unit usaha yang dikelola BUMDes ‘Sejahtera’, hingga akhir Tahun 2025 lalu jumlah PADes Bonyokan sebesar Rp 1 miliar. “Alhamdulillah PADes kita pada Tahun 2025 lalu sebesar Rp 1 miliar, kita gunakan untuk kesejahteraan masyarakat, diantaranya untuk pembagian Tunjangan Hari Raya atau THR setiap Kepapa Keluarga (KK), untuk membiyayai BPJS ketenagakerjaan semua aparatur desa, baik lembaga desa dan perangkat desa, serta untuk menggratiskan PBB bagi warga Desa Bonyokan.” pungkas Kades Surono.
Ia berharap, dengan beroperasionalnya KDMP, juga akan membantu menignkatkan kesejahteran masyarakat Desa Bonyokan. “Harapanya dengan KDMP beroperasi, walauapun secara struktural pertanggungjawabanya tidak kepada Pemdes, namun diharap nantinya akan dapat meningkatkan kesejahteraan warga melalui gerai yang dimiliki,” kata Kades Surono.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Komandan Kodim 0723/Klaten, Letkol Inf Slamet Hardianto mengikuti video conference bersama Wakil Panglima TNI terkait percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Agenda koordinasi ini berlangsung di Koperasi Desa Bendo, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten.
Kegiatan ini merupakan sinkronisasi program pusat guna memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa. Jajaran TNI di tingkat kewilayahan menerima arahan strategis mengenai langkah pendampingan dan sinergi lintas sektor dalam pengembangan koperasi tersebut.
“Melalui kegiatan ini, kami menerima berbagai arahan dan penekanan dari pimpinan TNI terkait percepatan pembangunan KDKMP. Kodim 0723/Klaten beserta jajaran Koramil akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, perangkat desa dan seluruh komponen masyarakat guna mendukung keberhasilan program tersebut,” kata Dandim 0723/Klaten, Letkol Inf Slamet Hardianto, Rabu (20/5/2026).
Dandim menambahkan, KDKMP memiliki peran krusial dalam memperkuat ketahanan ekonomi warga. Harapannya, koperasi tersebut dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
“Kami berharap KDKMP dapat berkembang menjadi wadah ekonomi produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga, membuka peluang usaha, serta memperkuat semangat gotong royong dan kemandirian desa,” ucapnya. (bud)