JOGONALAN- Warga Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, ramai-ramai mendatangi kantor desa untuk menukarkan MinyaKita yang mereka terima dari program bantuan pangan, Selasa (23/6/2026). Penggantian dilakukan setelah muncul keluhan minyak goreng tersebut berbau seperti solar atau minyak tanah.
Warga berdatangan membawa MinyaKita yang masih dalam kemasan maupun yang sudah dipindahkan ke botol. Mereka menunjukkan kartu identitas sebelum menerima minyak goreng pengganti dari pihak penyedia.
Minyak goreng tersebut merupakan bagian dari paket bantuan pangan yang sebelumnya dibagikan kepada warga pekan lalu.
Salah seorang penerima bantuan, Melani, 40, mengaku sempat menggunakan minyak goreng tersebut untuk memasak sebelum mengetahui adanya keluhan serupa dari warga lain.
“Awalnya sudah saya buat untuk goreng telur dua hari. Setelah makan itu terasa pusing dan mual. Itu satu keluarga. Tetapi setelah minum air putih, 10 menit kemudian sembuh. Itu terus berulang,” kata Melani saat ditemui wartawan di kantor desa.
Menurut dia, minyak goreng bantuan tersebut berbau apek menyerupai minyak tanah. Setelah mendapat informasi adanya penarikan produk, seluruh minyak yang diterimanya langsung ditukar dengan yang baru.
“Sebelum-sebelumnya tidak ada masalah. Ya baru kali ini yang bau apeg,” jelas dia.
Keluhan serupa disampaikan Ny. Susila. Ia mengaku MinyaKita yang diterimanya berbau seperti minyak tanah dan memiliki karakter berbeda saat digunakan untuk memasak.
“Panasnya itu lama. Ya bisa sampai matang untuk menggoreng. Tetapi rasa masakannya jadi berbeda,” ungkap Ny. Susila.
Warga di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan menukarkan minyak goreng bantuan dengan produk baru setelah bantuan sebelumnya berbau seperti solar, Selasa (23/6/2026).
Sekretaris Desa Wonoboyo, Cahyoko, menjelaskan terdapat 626 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan pangan di desa tersebut. Seluruh penerima bantuan mulai mengembalikan minyak goreng yang dikeluhkan sejak Selasa.
Dalam program bantuan pangan kali ini, setiap keluarga menerima 20 kilogram beras dan dua bungkus minyak goreng atau setara empat liter.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, Iwan Kurniawan, mengatakan pihaknya bersama Bulog, produsen, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa telah melakukan pengecekan langsung terhadap minyak goreng bantuan yang dikeluhkan warga.
Hasil pemeriksaan menunjukkan temuan MinyaKita berbau seperti solar terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Jogonalan dan Wedi.
Iwan memastikan seluruh minyak goreng yang bermasalah ditarik dan diganti dengan produk baru dari penyedia.
“Kebetulan yang produsen di Wedi dan Jogonalan itu sama dengan temuan yang ada di daerah lain yakni di Wonogiri,” jelas Iwan.
Menurut dia, proses penggantian saat ini masih berlangsung. Berdasarkan data sementara, penggantian telah dilakukan di sembilan desa di Kecamatan Wedi dan empat desa di Kecamatan Jogonalan.
“Total ada 6.030 KPM dan untuk total minyak gorengnya ada 24.120 liter,” jelas Iwan.
Hingga kini penyebab MinyaKita berbau seperti solar atau minyak tanah tersebut masih belum diketahui. Produsen telah mengambil sampel produk untuk diuji di laboratorium.
“Hasilnya seperti apa, nanti kami tunggu,” ungkap Iwan.