JATINOM – Kepala Desa (Kades) Randulanang, Kecamatan Jatinom, Sumarno meninggal dunia pada Jumat pagi (27/2/2026) di RS Soeradji Tirtonegoro Klaten sekitar pukul 08.00 WIB lantaran sakit.
Kabar lelayu Kades Randulanang, yang biasa disapa Mbah Marno langsung menyebar melalui media sosial lain juga seperti faceebook, whatsApp dan lainnya.
Di rumah duka, di Dukuh Ngargopuspito, Desa Randulanang, terlihat pelayat, baik tetangga, handai tolan hingga relasi kerja muali berdatangan sejak siang hari. Acara pemakaman almarhum Mbah Marno dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB di Makam Siti Mulyo Randulanang.

Tampak hadir Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo bersama jajaran OPD Klaten, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Purwanto yang juga sebagai Camat Sepuh Jatinom, Camat Jatinom beserta jajaran dan stafnya serta Kades dan perangkat desa se-Kecamatan Jatinom. Tampak hadir pula Bupati sepuh Klaten, H Sunarno, SE, MHum, Kades di wilayah Kecamatan Tulung serta perwaklan dari dinas instansi se-Jatinom.

Dalam atur pambagyo Yuwono, Camat Jatinom, Agus Sunyata me nyampaikan duka yang sedalam-dalamnya atas meningggalnya Bapak Sumarno. “Kami Pemcam Jatinom mewakili seluruh warga menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, dan semoga Almarhum Mbah Sumarno diterima disisi Allah SWT dan diampuni segala dosa-dosanya, bagi kelurga yang di tinggal semoga tetep tabah,” kata Camat Agus Sunyata.
Agus mengakui, selama masih sehat, Mbah Marno dikenal sebagai sosok Kades yang gesit dan entengan serta ramah kepada siapapun.
Sementara itu, acara panglipur disampaikan oleh Pj Sekda Klaten, Jaka Purwanto, SSos, MM. Ia mewakili Bupati Klaten yang sebelumnya sempat hadir takziah juga, menyampaikan atur belasung kawa atas meninggalnya Kades Randulanang, Mbah Sumarno.

Menurut Jaka, selama menjabat Kades, Mbah Marno memang benar dikenal sebagai sosok kades yang gesit dalam bertindak, ramah dalam bersikap dan selalu entengan dalam bersosial. “Ya memang betul, saat masih sehat menjabat kepala desa Randulang, beliau memang dikenal sebagai sosok yang entengan, ramah kepada siapapaun serta gesit dalam mengambil kebijakan, dan tentunya hal itu sudah dibicarakan dulu dengan perangkat desa,” tutur Jaka Purwan to.
Sebelum pemberangkatan je nazah almarhum Mbah Marno ke peristirahatan terakhir, terlebih da hulu dibacakan doa yang dipimpin oleh Kasi Pelayanan (Modin) Desa Socokangsi, Tumina. (bud)