
NIM: 24010122140102, Prodi: Matematika,
Fakultas Sains dan Matematika, Undip
Oleh: Siftiyadin Luthfi Rahman
NIM: 24010122140102, Prodi: Matematika,
Fakultas Sains dan Matematika, Undip
Sebagai Mahasiswa saya Siftiyadin Luthfi Rahman dari KKN Universitas Diponegoro (Undip) Tim 102 memilah sampah yang tepat untuk mengurangi pencemaran di Desa Gesikan, maka pengelolaan sampah harus dimanfaatkan yang baik ke bentuk proses daur ulang sampah. Untuk mendaur ulang sampah terdapat beberapa tahapan yaitu reduce, reuse, dan recycle.
Pendahuluan
Di tengah asrinya Desa Gesikan, tantangan sampah rumah tangga mulai menjadi perhatian serius. Metode konvensional seperti pembakaran atau pembuangan liar kini mulai ditinggalkan. Sebagai gantinya, hadir sebuah pendekatan multidisiplin yang menggabungkan ilmu lingkungan, teknologi informasi, dan ekonomi kreatif.
Upaya ini bukan sekadar membuang sampah pada tempatnya, melainkan mengelola limbah menjadi aset melalui bantuan Aplikasi Digital Pengelolaan Sampah.
Sinergi Multidisiplin Dalam Program
Program ini melibatkan berbagai sudut pandang ahli untuk memastikan keberlanjutan:
- Perspektif Lingkungan (Sains): Fokus pada pemilahan sampah organik dan anorganik di sumbernya (rumah tangga).
- Perspektif Teknologi (IT): Penggunaan aplikasi digital sebagai platform pencatatan, penjemputan sampah, dan sistem poin.
- Perspektif Ekonomi: Mengubah sampah menjadi nilai rupiah atau saldo digital yang dapat digunakan warga untuk kebutuhan harian.
- Perspektif Sosial: Edukasi kepada warga Desa Gesikan mengenai perubahan perilaku hidup bersih.
Cara Kerja Aplikasi Digital di Pedesaan
Warga Desa Gesikan kini memiliki akses ke aplikasi sederhana di ponsel mereka. Berikut adalah alur kerjanya:

Tahapan Aktivitas Hasil
Pilah, warga memisahkan plastik, kertas, dan logam.
Sampah siap olah
Input, warga memasukkan berat/jenis sampah ke aplikasi. Data terekam di sistem desa.
Jemput, petugas kebersihan menjemput sampah sesuai jadwal.
Lingkungan tetap bersih
Reward, warga mendapatkan poin/saldo digital.
Manfaat ekonomi langsung
Dampak Bagi Warga Desa Gesikan
Sejak implementasi dimulai, terlihat perubahan signifikan:
- Pengurangan Timbunan Sampah: Penurunan drastis jumlah sampah yang berakhir di TPA ilegal.
- Peningkatan Literasi Digital: Warga, termasuk ibu rumah tangga, mulai terbiasa menggunakan aplikasi untuk layanan publik.
- Kesehatan Lingkungan: Berkurangnya bau tidak sedap dan risiko penyakit akibat tumpukan sampah.
“Dulu sampah hanya dibakar dan bikin polusi, sekarang lewat aplikasi, sampah malah jadi tabungan buat bayar listrik atau beli pulsa,” tulis testimoni salah satu warga Desa Gesikan.
Kesimpulan
Upaya pengolahan limbah di Desa Gesikan membuktikan bahwa teknologi digital bukan hanya milik masyarakat perkotaan. Dengan kolaborasi multidisiplin, Desa Gesikan mampu menciptakan ekosistem ramah lingkungan yang mandiri dan bernilai ekonomi.
(Penulis: Siftiyadin Luthfi Rahman, mahasiswa peserta KKN Undip Tim 102 Tahun 2026 dari Program Studi Matematika di Desa Gesikan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten/Editor: Paidi/Joglo Pos)