
KLATEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Tim 102 Tahun 2026 melakukan edukasi “Peran Pemuda Desa dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs)” kepada Karang Taruna di Desa Gesikan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Jawa Tengah pada Kamis, 22 Januari 2026.
Kegiatan edukasi peran pemuda dalam mewujudkan SDGs ini dilakukan oleh Azyan Ahsan, Mahasiswa Universitas Diponegoro Program Studi Hubungan Internasional, dalam rangka pelaksanaan KKN. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pemuda desa terhadap pentingnya pengelolaan sampah sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui penerapan SDGs Nomor 11 Target 11.6 tentang pengurangan dampak lingkungan permukiman dan SDGs Nomor 12 Target 12.5 terkait pengurangan sampah melalui prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).
Tema ini diangkat karena isu pengelolaan sampah tidak hanya menjadi persoalan lokal, tetapi juga merupakan agenda global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang disepakati oleh seluruh negara anggota.
“Dalam kajian Hubungan Internasional, SDGs merupakan bentuk kerja sama global multilateral. Artinya, persoalan seperti sampah dan kerusakan lingkungan adalah masalah bersama, pelaksanaannya tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan harus dimulai dari tingkat paling dekat dengan masyarakat, yaitu desa,” jelasnya dalam pemaparan materi.
Pada sesi edukasi, peserta diperkenalkan pada konsep Target 11.6, yang menekankan pentingnya mengurangi dampak lingkungan negatif di kawasan permukiman melalui pengelolaan limbah dan sampah yang baik. Azyan memaparkan berbagai dampak yang ditimbulkan apabila sampah tidak dikelola secara tepat, mulai dari pencemaran tanah dan sungai, munculnya bau tidak sedap, meningkatnya risiko penyakit seperti demam berdarah dan diare, hingga potensi banjir akibat saluran air tersumbat.
Selain itu, peserta juga diajak memahami Target 12.5, yang berfokus pada upaya mengurangi jumlah sampah dari sumbernya. Melalui prinsip 3R yaitu Reduce (Mengurangi) Reuse (Menggunakan Kembali) dan Recycle (Mendaur Ulang), masyarakat diharapkan dapat mengubah pola konsumsi yang berlebihan menjadi lebih bertanggung jawab. Dalam konteks desa, penerapan Target 12.5 dapat dilakukan melalui pemilahan sampah rumah tangga, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta pengembangan bank sampah berbasis komunitas.
“Target 12.5 adalah cara, sedangkan Target 11.6 adalah tujuan akhirnya. Jika sampah dikelola dengan prinsip 3R, maka lingkungan desa yang bersih dan sehat dapat terwujud,” tambah Azyan.
Kegiatan ini juga menekankan peran strategis pemuda dan Karang Taruna sebagai agen perubahan (Agent Of Change) di tingkat desa. Melalui program sederhana seperti pemilahan sampah, bank sampah, kerja bakti rutin, dan edukasi lingkungan, pemuda dinilai mampu menjadi aktor non-negara yang berkontribusi langsung pada pencapaian SDGs.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap pemuda desa tidak hanya memahami konsep SDGs secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan desa dan agenda global.
(Penulis: Azyan Ahsan, NIM: 14050122130071, Prodi: Hubungan Internasional, Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Undip/Ketua KKN Undip) Tim 102 Tahun 2026 di Desa Gesikan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten/Editor: Paidi/Joglo Pos)