DELANGGU – Ribuan pelayat memenuhi rumah duka keluarga Wabup Klaten, Benny Indra Ardhianto di Dukuh Tegalrejo, Desa Karang, Kecamatan Delanggu Minggu sekitar pukul 10.00 WIB (8/2/ 2026).
Dari ribuan tamu yang hadir, terlihat sosok orang nomor satu di lingkup Propinsi Jateng, yakni Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi yang datang sejak pagi untuk melayat, menyalatkan, sekaligus mengantarkan jenazah Benny Indra Ardhianto hingga ke tempat peristirahatan terakhir di pemakaman Jonggrangan, Desa Ngreden, Wonosari.
Ahmad Luthfi tak hanya sebagai Gubernur Jateng, namun juga sebagai figur yang memiliki kedekatan personal dengan almarhum Benny. Ahmad Luthfi mengikuti seluruh rangkaian prosesi, mulai dari doa bersama keluarga, salat jenazah, hingga pelepasan iring-iringan menuju pemakaman. Sikap tersebut menjadi simbol penghormatan terakhir sekaligus ungkapan kehilangan mendalam atas wafatnya Wakil Bupati Klaten di usia yang masih sangat muda belia.
Dalam sambutannya sebagai Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi me nyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Benny Indra Ardhianto. Ia menegaskan bahwa almarhum bukan hanya bagian dari struktur pemerintahan daerah, melainkan sosok yang telah ia anggap seperti anak sendiri. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Hari ini saya sebagai Gu bernur Jawa Tengah, bersama seluruh aparatur dan masyarakat Jawa Tengah, benar-benar berada dalam suasana duka. Kita kehilangan putra terbaik, baik bagi keluarga, masyarakat Klaten, maupun Provinsi Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi dengan suara bergetar.

Ia mengenang kedekatannya dengan almarhum Benny yang terja lin sejak sebelum Benny menjabat sebagai Wakil Bupati Klaten. Menurutnya, hubungan tersebut terbangun melalui komunikasi yang intens, kerja bersama, serta komitmen almarhum dalam me layani masyarakat. “Secara pribadi, almarhum sudah saya anggap seperti anak sen diri. Saya mengenal beliau sejak sebelum menjadi apa-apa, hingga kemudian mengabdi sebagai Wa kil Bupati Klaten,” kata Luthfi.
Menurut Ahmad Luthfi, Benny Indra Ardhianto adalah figur pe mimpin muda yang memiliki dedi kasi tinggi dan ketulusan dalam menjalankan amanah. Ia menilai almarhum selalu berupaya mencip takan suasana kerja yang hangat, penuh empati, dan tidak pernah berniat menyakiti siapapun.
Ahmad Luthfi juga mengajak kepada seluruh pelayat untuk bersama-sama mengenang kebaikan almarhum sebagai bentuk penghormatan terakhir. “Kita sepakat bahwa Wakil Bupati Klaten, almarhum Benny, adalah tiyang sae, orang baik? Kita se pakat bahwa beliau adalah piyantun sae?” ucapnya, yang dijawab serempak “Sae” oleh para pelayat.
Selain menyampaikan duka secara pribadi, Ahmad Luthfi juga menyampaikan belasungkawa atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh masyarakat Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Klaten. Ia mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.

“Kita relakan kepergian beliau. Semoga almarhum husnul khatimah dan diterangkan kuburnya. Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kami menyampai kan belasungkawa sedalam-dalamnya, sekaligus memohon maaf apabila selama pergaulan dinas maupun personal terdapat kekhilafan,” katanya.
Hingga acara pemberangkatan jenazah ke peristirahatan terakhir, Ahmad Luthfi bersama Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo tampak turut mengantarkan jena zah hingga ke pemakaman. Se jumlah kepala daerah, pejabat, tokoh masyarakat, serta kerabat almarhum turut hadir sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian Benny Indra Ardhianto. (bud)