
KLATEN – Matematika seringkali dianggap sebagai momok bagi sebagian besar siswa sekolah dasar, namun kesan tersebut sirna saat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Tim 102 Tahun 2026 hadir di SDN Gesikan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten.
Siftiyadin Luthfi Rahman, mahasiswa peserta KKN Undip Tim 102 Tahun 2026 dari Program Studi Matematika, sukses menghadirkan metode pengajaran yang segar dan interaktif terkait materi satuan panjang pada 29 Januari 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa Undip di Desa Gesikan untuk memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, melengkapi program mitigasi bencana yang sebelumnya telah dijalankan di desa tersebut.
Pendekatan Logika
yang Interaktif
Alih-alih sekadar menghafal rumus, pengajaran kali ini menekankan pada pemahaman konsep dasar. Mahasiswa prodi Matematika Undip mengajak para siswa untuk memahami logika di balik pengubahan satuan panjang. Dengan gaya penyampaian yang santai namun terstruktur, suasana kelas menjadi lebih hidup dan penuh tawa.
Para siswa diajak melakukan simulasi pengukuran secara langsung, sehingga mereka tidak hanya membayangkan angka di atas kertas, tetapi juga melihat implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme di Balik Bangku Sekolah
Sorak sorai siswa pecah saat sesi permainan matematika dimulai. Siswa kelas 3 SDN Gesikan terlihat berebut untuk menjawab tantangan konversi satuan panjang yang diberikan.
Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan ketelitian mereka, para mahasiswa memberikan bingkisan kecil yang menambah semangat belajar anak-anak.
Kehadiran mahasiswa KKN ini disambut hangat oleh pihak sekolah. Kunjungan awal dan koordinasi yang dilakukan memastikan bahwa materi yang disampaikan selaras dengan kebutuhan kurikulum sekolah namun tetap membawa perspektif baru yang lebih segar.
“Kami ingin adik-adik di sini merasa bahwa matematika, khususnya materi satuan panjang, bukan tentang menghafal tangga satuan saja, tapi tentang kemudahan dalam mengukur dunia di sekitar kita,” ujar Siftiyadin Luthfi Rahman.
Komitmen untuk
Literasi Numerasi
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi momen belajar satu hari saja, tetapi mampu memicu rasa ingin tahu siswa untuk terus mengeksplorasi ilmu matematika. Dengan fondasi numerasi yang kuat sejak dini, siswa SDN Gesikan diharapkan siap menghadapi tantangan akademik di jenjang yang lebih tinggi.
Melalui sinergi antara mahasiswa, guru, dan siswa, KKN UNDIP Tim 102 sukses membuktikan bahwa dengan metode yang tepat, angka-angka yang rumit pun bisa menjadi teman bermain yang menyenangkan bagi anak-anak di Desa Gesikan.
Mahasiswa KKN UNDIP TIM 102 berpamitan kepada Bapak dan Ibu guru usai pembelajaran di ruang kelas pukul 12.00 siang hari.
Melalui kolaborasi ini, dapat mewujudkan program-program yang telah disusun oleh para mahasiswa dapat memberikan warna baru dan motivasi tambahan bagi siswa-siswi di SD Negeri Gesikan. Langkah kecil ini diharapkan menjadi awal dari perubahan besar bagi kualitas pendidikan di tingkat lokal.
(Penulis: Siftiyadin Luthfi Rahman, mahasiswa peserta KKN Undip Tim 102 Tahun 2026 dari Program Studi Matematika di Desa Gesikan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten/Editor: Paidi/Joglo Pos)