• Sun. Jul 12th, 2026

Joglo Pos

Koran Umum Sahabat Masyarakat Klaten

Ikhtiar Merawat Kerukunan Berbasis Budaya Dengan Pentas Wayang

ByKaryana

Jul 12, 2026
Share :

KLATEN- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama  ( FKUB  ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa ikhtiar merawat kerukunan berbasis budaya adalah upaya melestarikan nilai kearifan lokal seperti pentas wayang kulit,  gotong royong dan  kegiatan budaya lainnya.

Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi  saat  memberikan sambutan pada acara pentas wayang kulit semalam suntuk  di Candi Untoroyono Dukuh Nayan, Desa  Kalangan Pedan  Klaten, Jumat ( 10/7/2026 ).

Pentas wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Mbangun Candi Sapto Argo dengan  Ki Dalang Sadino dari Sanggar Ngesti Roso Sejati Desa Gondangsari Juwiring ini diselenggarakan oleh Paguyuban Bowo Roso Candi Untoroyono Kalangan Pedan Klaten.

Menurut Syamsuddin praktik ini menjadi fondasi kuat dalam memperkokoh semangat kebangsaan, menjadikan keberagaman sebagai perekat persatuan, dan menangkal perpecahan demi keutuhan NKRI.

” Pentas wayang kulit seperti ini menjadi bagian dalam ikhtiar merawat kerukunan, menguatkan silaturahmi, kerjasama lintas iman, dan tentu ini sangat strategi efektif merawat kerukunan berbasis budaya yang aplikatif” katanya.

Menurutnya dalam pentas wayang seperti ini ada sejumlah nilai-nilai dan pesan tentang pendidikan karakter berbasis budaya yang bisa disampaikan kepada masyarakat.

“Menjadikan nilai luhur seperti tepo seliro (saling menghargai) dan gotong royong  menjadi kurikulum informal dalam keluarga dan masyarakat dalam berikhtiar merawat kerukunan ” ka ta Syamsuddin.                                                                                                                                      Dikatakan dalam pentas wayang banyak dialog dan kolaborasi lintas budaya  dan pertunjukan budaya untuk membangun rasa saling memiliki di antara berbagai suku, agama dan kepercayaan.

Oleh karena itu kata Syamsuddin optimalisasi peran komunitas lokal yang dilakukan panitia dengan  mendukung kelompok pelestari budaya seperti sanggar tari, kelompok karawitan, dan paguyuban adat setempat  diharapkan terus eksis sebagai ruang interaksi warga.

“Di sinilah praktek moderasi beragama berbalut budaya bisa terjadi dengan cara  mengintegrasikan nilai budaya lokal dalam menguatkan keberagaman yang terbukti efektif menjadi perekat sosial di berbagai daerah, termasuk wilayah Pedan, Karangdowo , Klaten dan sekitarnya.” katanya.

Dalam acara pentas wayang kulit semalam suntuk ini juga dihadiri salah satu anggota DPRD I Provinsi Jawa Tengah  Hj. Kadarwati yang juga didaulat menyerahkan tokoh wayang kulit kepada Ki dalang Sadino.

Kirim berita :
Hubungi Redaksi ?
Hallo, Selamat datang di Redaksi Joglo Pos !
Ada berita yang ingin disampaikan ?
Silahkan ditulis lengkap kejadian peristiwa beserta fotonya !
Menerima update berita ? OK No thanks