KLATEN-Ketua Dewan Pembina Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kabupaten Klaten KH. Jazuli Fadlil mengatakan bahwa menurut pandangan spiritual dan Islam, ada lima unsur utama dalam diri manusia yang perlu diseimbangkan untuk mencapai kesempurnaan hidup. Kelima unsur tersebut adalah jasad (fisik), nafsu, akal, hati, dan ruh.
Hal itu disampaikan Jazuli Fadlil saat memberikan tausiyah pada acara pengajian triwulan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia ( IPHI ) Kabupaten Klaten dan mangayubagyo jamaah haji Ceper 2026 di Griyo Mbah Lurah Desa Pokak Ceper Klaten, Sabtu ( 11/7/2026 ).
Menurutnya kelima unsur ini saling berinteraksi, mencakup aspek lahiriah (tubuh) hingga batiniah (jiwa) untuk menciptakan keutuhan manusia.
“Lima unsur dalam diri manusia dari aspek fisik ( rogo ) atau tubuh lahiriah yang membutuhkan nutrisi, istirahat, dan perlindungan. Sedangkan nafsu (karso) adalah unsur yang berkaitan dengan keinginan, perasaan, dan dorongan dalam diri.” katanya.
Sementara tentang kemampuan berpikir melalui akal ( cipto ) memiliki kemampuan menganalisis, dan membedakan yang benar atau salah. Dan sebagai pusat emosi dan kesadaran batin, yang menyuarakan kebenaran nurani adalah hati ( roso ).
“Unsur suci yang menjadi inti kehidupan dan penghubung dengan Sang Pencipta adalah ruh ( sukmo ) yang ada pada diri setiap orang untuk bisa mencapai predikat taqwa” kata Jazuli Fadlil.
Ketakwaan kata Jazuli Fadlil bukan hanya soal ibadah lahiriah, tetapi juga bagaimana kita mampu menjaga dan menyeimbangkan seluruh unsur yang ada dalam diri setiap orang.
“Sejatinya, orang yang bertakwa adalah mereka yang mampu menata dirinya secara utuh, sehingga hidupnya selaras antara lahir dan batin, dunia dan akhirat.” katanya.
Setidaknya ada lima unsur utama yang membentuk diri setiap orang sebagai manusia sempurna, ciptaan Allah SWT.
“Lima unsur ini bukan untuk dipisahkan, melainkan untuk diseimbangkan agar masing-masing bisa berfungsi secara maksimal.” kata Jazuli Fadlil.
Lima unsur itu adalah jasad, nafsu, akal, hati, dan ruh. Dalam kearifan Jawa, yang selaras dengan nilai-nilai Islam, kelima unsur ini dikenal sebagai: rogo, karso, cipto, roso, dan sukmo.
“Keseimbangan kelima unsur ini membuat kita mampu hidup utuh, yakni sehat jasad, tenang batin, bijak akal, suci hati, dan dekat dengan Allah.” pungkasnya.
Ketua IPHI Kabupaten Klaten H. Ardhana pada kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya menjaga kemabruran haji dengan mengikuti pengajian, mengadakan kajian, dan melakukan kegiatan amal di masyarakat.
“Momen pengajian seperti ini menjadi sarana untuk silaturahmi dan menambah ilmu untuk menguatkan komitmen merawat kemabruran haji” katanya.