• Tue. Jun 2nd, 2026

Joglo Pos

Koran Umum Sahabat Masyarakat Klaten

Ida Pangelingsir : Festival Candi Kembar Ikhtiar Merawat Kerukunan yang Konkret dan Berbasis Sejarah.

ByKaryana

May 20, 2026
Share :

DENPASAR – Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama FKUB Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet mengatakan bahwa Festival Candi Kembar di Desa Bugisan Prambanan Klaten merupakan salah satu ikhtiar merawat kerukunan yang kongkrit dan berbasis sejarah.

Hal itu disampaikan Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet di Denpasar, Senin ( 18/5/3026 ) saat menanggapi adanya penyelenggaraan Festival Candi Kembar 2026 yang akan digelar di Desa Bugisan Prambanan Klaten berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Klaten dan FKUB Kabupaten Klaten.

Festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22-23 Mei 2026 di Candi Sewu dan Candi Plaosan, Desa Bugisan, Prambanan, Klaten.

Kegiatan ini mengusung tema * Makara* sebagai ikhtiar merawat kerukunan dangan melibatkan tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat serta potensi Desa Bugisan Prambanan Klaten.

Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet menilai kegiatan ini sebagai contoh praktik baik menjaga kerukunan dari tingkat akar rumput berbasis sejarah.

“Candi Plaosan sudah membuktikan 1200 tahun lalu bahwa umat Buddha dan Hindu bisa hidup berdampingan. FKUB Klaten menghidupkan kembali nilai itu lewat festival lintas iman yang melibatkan masyarakat secara langsung. Ini yang dibutuhkan Indonesia saat ini. Bukan sekadar wacana, tetapi aksi nyata yang menyentuh ekonomi, budaya, dan generasi muda,” ujarnya.

Menurut Ida Pangelingsir, ada tiga kekuatan utama dari Festival Candi Kembar Bugisan sehingga layak menjadi percontohan nasional diantaranya adanya kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Desa, Kecamatan, dan Kabupaten Klaten berkolaborasi dengan FKUB dan elemen masyarakat Klaten.

Berbasis sejarah dan kearifan lokal dengan pemanfaatan situs Candi Sewu dan candi Plaosan sebagai ruang dialog, dan program yang berkelanjutan karena tidak berhenti di acara ini saja, tetapi ditindaklanjuti dengan penguatan untuk kerukunan yang lainnya.

Ia juga berharap kegiatan ini resmi masuk dalam daftar rangkaian Pekan Kerukunan Internasional 2026 di Manado yang akan dilaporkan Indonesia kepada United Nations Alliance of Civilizations.

“Asosiasi FKUB Indonesia akan mendokumentasikan praktik baik ini dan membagikannya kepada FKUB di 38 provinsi sebagai bahan pembelajaran,” tambah Ida Pangelingsir.

Ketua FKUB Kabupaten Klaten KH. Syamsuddin Asyrofi menyambut baik apresiasi tersebut. Ia menyatakan bahwa dukungan Asosiasi FKUB Indonesia menjadi motivasi bagi Panitia Desa Bugisan Prambanan, Pemerintah Kabupaten Klaten dan FKUB untuk memastikan festival berjalan inklusif, aman, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat Desa Bugisan.

Ketua Panitia Festival Candi Kembar Irvan Satria Priambodo menyampaikan bahwa persiapan untuk kegiatan ini sudah matang dengan bantuan semua pihak.

“Kami sampaikan terima kasih attensi dari semua pihak termasuk dari Asosiasi FKUB Indonesia dan semua pihak Festival Candi Kembar ini menjadi bagian dari ikhtiar merawat kerukunan untuk perdamaian dan harmoni sosial” katanya.( Moch.Isnaeni )

Kirim berita :
Hubungi Redaksi ?
Hallo, Selamat datang di Redaksi Joglo Pos !
Ada berita yang ingin disampaikan ?
Silahkan ditulis lengkap kejadian peristiwa beserta fotonya !
Menerima update berita ? OK No thanks