• Tue. Jun 2nd, 2026

Joglo Pos

Koran Umum Sahabat Masyarakat Klaten

Syamsuddin Asyrofi : Festival Candi Kembar Ikhtiar Merawat Kerukunan

ByKaryana

May 20, 2026
Share :

KLATEN — Diantara ikhtiar merawat kerukunan dari berbagai perbedaan yang ada, Festival Candi Kembar di Desa Bugisan Prambanan Kabupaten Klaten sebagai bagian dari ikhtiar itu untuk merawat kerukunan.
Kegiatan itu dilakukan kolaborasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB ) Kabupaten Klaten dengan Pemerintah dan elemen masyarakat di Desa Bugisan Prambanan Klaten.

Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat rapat koordinasi dengan sejumlah pengurus FKUB Kabupaten Klaten dalam persiapan penyelenggaraan even Festifal Candi Kembar di Desa Bugisan Prambanan Klaten yang akan berlangsung Jumat-Sabtu ( 22-23/5/2026 ).

Menurut Syamsuddin kerukunan bukan hadiah yang jatuh begitu saja dari langit. Ia dirawat, dijaga, dihidupi setiap hari, seperti Candi Plaosan yakni 2 candi kembar yang berdiri berdampingan sejak abad ke-9 menjadi simbul kerukunan.

“Candi Plaosan Lor dan Kidul dibangun untuk dua tradisi, Buddha dan Hindu. Batu, arca, dan reliefnya berbeda, tapi berada di satu halaman. Itu pesan leluhur beda keyakinan bisa hidup berdampingan tanpa saling meniadakan.” kata Syamsuddin, Jumat ( 15/5/2026 ).

Pesan ini menurutnya jadi ajakan untuk Klaten dan Indonesia. Kalau nenek moyang kita di jaman itu bisa merawat perbedaan 1200 tahun lalu, kenapa kita tidak?

“Bukti nyata toleransi di jaman Jawa kuno. Tidak ada konflik yang diabadikan di prasasti Plaosan. Yang ada adalah bagaimana masyarakat saat itu mampu membangun kerukunan dalam perbedaan.

“Itulah sebabnya Festival Candi Kembar di Desa Bugisan Prambanan Klaten ini mendorong diri Klaten sebagai “Kabupaten yang harmoni dan toleran mewujudkan masyarakat yang maju sejahtera dan berkelanjutan. ” katanya.

Dikatakan Festival ini bukan sekadar hiburan. Ia dirancang sebagai 3 bentuk ikhtiar, yakni pertama ikhtiar budaya dengan pentas seni lintas iman, wayang lakon kerukunan, kirab budaya dari Candi Sewu ke Plaosan sehingga budaya jadi bahasa bersama yang melampaui perbedaan.
Kedua ikhtiar dengan dialog singkat dan doa lintas iman di pelataran candi dengan tokoh agama, akademisi, pemuda duduk bersama. Tidak debat, tapi mendengar dan mencari titik temu.
serta ketiga ikhtiar aksi dengan bazar UMKM lintas komunitas, aksi bersih candi, bagi paket gizi untuk cegah stunting sehingga kerukunan diukur dari apa yang kita kerjakan bersama untuk sesama.

“Mimbar bukan tempat memperuncing perbedaan, tapi mempertebal tanggung jawab bersama menjaga umat, mengingat kerukunan tidak akan terawat kalau hanya dibicarakan.” katanya.

Dari Denpasar Bali Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet memberikan apresiasi diselenggarakannya Festival Candi Kembar di Desa Bugisan Prambanan Klaten sebagai bagian penting dalam berikhtiar merawat kerukunan.

” Apresiasi yang tinggi dari Asosiasi FKUB Indonesia adanya Festival Candi Kembar di Desa Bugisan Prambanan Klaten ini menjadi contoh baik dalam berikhtiar merawat kerukunan di masyarakat ” katanya.
( Moch.Isnaeni )

Kirim berita :
Hubungi Redaksi ?
Hallo, Selamat datang di Redaksi Joglo Pos !
Ada berita yang ingin disampaikan ?
Silahkan ditulis lengkap kejadian peristiwa beserta fotonya !
Menerima update berita ? OK No thanks