PRAMBANAN-Keributan terjadi di jalan Jogja-Solo, sekitar Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Klaten malam ini. Konvoi yang diduga suporter sepak bola terlibat kegaduhan di jalan raya dan viral.
“Anak saya kena kembang api dan tendangan saat bentrok suporter di perempatan Prambanan.Padahal pulang kerja,” ungkap, Joko, salah satu warga Prambanan.
Kasus itu juga terekam kamera dan video viral di media sosial, salah satunya pada akun Instagram @kelilingprambanan dan @info_seputar_klaten.
Beberapa video pendek memperlihatkan suasana yang sangat kacau. Massa terlihat mengeroyok pengendara motor di tengah jalan raya.
Video lain memperlihatkan seorang ibu mendekap anaknya sambil bersembunyi di dalam bangunan. Mereka ketakutan saat konvoi motor menyalakan flare dan kembang api di jalan.
Ketegangan tidak hanya terjadi di jalan raya utama, tetapi merembet ke permukiman warga. Menurut kesaksian Ari, di antara massa ada yang membawa senjata tajam (sajam) dan pentungan kayu.
Berdasarkan keterangan beberapa warga, kericuhan mulai terjadi pukul 19.30 WIB. Saat itu, konvoi massa dengan ratusan sepeda motor memenuhi jalan raya, sehingga menyebabkan kemacetan panjang.
Sebelumnya, sudah ada penyekatan suporter yang akan menyaksikan pertandingan melawan tim dari Jogja di Bantul. Namun ratusan suporter berhasil masuk ke DIY melalui jalur alternatif.
Joko (45) warga Prambanan, Klaten mengatakan, keributan pecah di beberapa lokasi, mulai dari lampu merah Stasiun Prambanan, depan Pos Polisi Mitra 11 (Candi Prambanan) hingga di wilayah Taji dan Pandansimping.
Sekitar jam 19.30 WIB, saat dia ke Prambanan, keributan sudah pecah tak hanya di Jalan Jogja-Solo, bahkan ke permukiman warga.
Melihat massa membawa senjata tajam dan pentungan kayu, warga pun menutup akses masuk perkampungan. Keributan terjadi hingga pukul 22.30 WIB.
Polisi dari Klaten dan DIY bersiaga penuh untuk menghalau massa agar kembali ke Solo. Bus yang membawa pemain sempat diamankan di depan Pos Polisi Candi Prambanan untuk menghindari amuk massa.
Beredar kabar, satu orang terluka akibat sabetan senjata tajam dan dilarikan ke RS. Pada tengah malam, kondisi sudah terkendali, namun aparat masih siaga.
Kapolsek Prambanan AKP Nyoto memastikan kondisi sudah terkendali berkat pengamanan dan pengawalan yang dipimpin langsung Kapolres Klaten AKBP Muhammad Faruk Rois.
Dalam keterangannya, Kapolres memastikan bentrokan yang terjadi bukan antarkelompok suporter, namun antara suporter dan pengguna jalan.
”Dalam kejadian itu, seorang korban melapor telah ke Polres Klaten. Dia mengalami lebam di pipi dan luka robek. Kami sudah lakukan penyelidikan untuk mencari pelaku,” tegasnya,