KLATEN-Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto melakukan tinjauan lapangan di dua pasar di Klaten.
Yakni Pasar Wedi dan Pasar Gedhe Klaten pada Jumat (19/12/2025) untuk memantau stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pokok menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dalam tinjauan tersebut, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten berdialog langsung dengan para pedagang untuk memastikan tidak ada lonjakan harga yang memberatkan masyarakat.
Berdasarkan hasil pantauan, Bupati Hamenang menyampaikan, mayoritas harga kebutuhan pokok di pasar tradisional justru mengalami tren penurunan.
Seperti cabai merah keriting yang sebelumnya Rp 50.667 per kg sekarang Rp 48.667 per kg. Sementara itu, untuk cabai merah dari sebelumnya Rp 55.000 per kg menjadi Rp 50.000 per kg.
Sedangkan untuk cabai rawit merah dari Rp 62.333 per kg menjadi Rp 57.667 per kg. Untuk cabai rawit hijau dari Rp 50.667 per kg menjadi 49.333 per kg.
”Kami mengecek harga, apakah masih stabil atau ada kenaikan. Alhamdulillah, beberapa komoditas bahkan malah turun,” ujar Hamenang saat ditemui usai pantauan di Pasar Gedhe Klaten.
Dia menambahkan, hanya satu komoditas yang terpantau merangkak naik. Namun masih dalam batas kewajaran.
”Hanya telur saja yang naik, tapi kenaikannya masih dalam batas normal,” tambah Hamenang.
Menanggapi penurunan harga di beberapa komoditas, bupati menjelaskan bahwa hal ini dipengaruhi oleh ketersediaan stok yang melimpah di pasar.
”Ya mungkin faktor supply ya. Kan hukum supply and demand, kalau supply-nya banyak harganya turun. Alhamdulillah ini berarti pasokannya banyak sehingga harga justru turun. Harapannya warga tidak terbebani, tapi ya jangan turun terlalu rendah juga agar pedagang tidak merugi,” jelasnya.
Pemkab Klaten juga terus mendorong transparansi harga melalui inovasi teknologi. Untuk dii Pasar Gedhe, masyarakat dapat melihat layar digital yang menampilkan update harga harian.
Selain itu, Hamenang memperkenalkan aplikasi Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas) sebagai rujukan harga resmi.
”Warga Klaten sudah ada Kepokmas. Info harga kebutuhan pokok harian di-update di situ. Bisa dicek dulu sebelum ke pasar, Insya Allah tidak akan kena harga yang tidak wajar,” pesan bupati.
Pemkab Klaten berkomitmen untuk terus memantau pergerakan pasar hingga pergantian tahun. Jika ditemukan lonjakan harga yang tidak terkendali, pemerintah siap melakukan intervensi.
”Jika memang kenaikannya nanti cukup tinggi, baru kita akan lakukan intervensi. Tapi saat ini kondisinya masih kondusif. Kami mengajak masyarakat silakan berbelanja di pasar-pasar tradisional terdekat karena stok aman,” ujar Hamenang.