KLATEN– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan paket ikan nila segar (konsumsi) kepada 800 ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun (Baduta) di Kabupaten Klaten.
Penyerahan dilakukan di Pendapa Pemkab Klaten yang dikemas dalam acara bertajuk Perluasan Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan bersama Ketua DPR RI Puan Maharani pada Senin (15/12/2025).
Mereka yang menerima bantuan itu terdiri dari 169 ibu hamil dan 631 baduta. Didasarkan pada data keluarga rawan stunting dan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) serta data kemiskinan.
Ketua DPR RI Puan Maharani menunjukan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan gizi dan pencegahan stunting di Kabupaten Klaten.
Hal itu diwujudkan melalui gerakan memasyarakatkan makan ikan dengan menyalurkan bantuan berupa 4 ton ikan nila segar tersebut.
Dukungan tersebut disampaikan oleh Ketua DPC PDIP Klaten Sri Mulyani yang mewakili Puan Maharani dalam penyerahan bantuan paket ikan nila segar tersebut.
Menariknya, ikan tersebut dibudidayakan oleh masyarakat Klaten sendiri.
“Kemudian dibeli oleh Puan Maharani melalui Kementerian dan didistribusikan secara gratis kembali kepada masyarakat,” ujar Mulyani, Senin (15/12/2025).
Ia menekankan bahwa Klaten memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Khususnya perikanan air tawar dan budidaya kolam.
“Potensi ini harus didorong tidak hanya untuk meningkatkan perekonomian daerah. Tetapi juga untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga, terutama bagi anak-anak dan ibu. Apalagi angka stunting di Klaten diperangi bersama-sama,” ujar Mulyani.
Mulyani menambahkan bahwa gerakan gemar makan ikan tersebut bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pola konsumsi pangan yang sehat, bergizi, dan berkelanjutan.
Gerakan tersebut dinilai memiliki peran sentral dalam upaya pencegahan stunting dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Pada kesempatan itu, Sri Mulyani juga memberikan edukasi sederhana kepada para penerima manfaat, menekankan pentingnya gizi ikan sejak usia dini.
Dia mengingatkan agar ibu-ibu mengubah pola pikir bahwa “mahal belum tentu bergizi.”
“Kita bikin bergedel tahu dicampur dengan telur. Kita masak sendiri kita kukus atau kita goreng, itu gizinya cukup besar,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, diserahkan bantuan bibit ikan lele sebanyak 60 ribu ekor dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk tiga kelompok perikanan.
Begitu juga terdapat bantuan berupa bibit tanaman hortikultura produktif sekira 58.200 batang dengan berbagai jenis buah maupun tanaman keras untuk 10 kelompok pertanian dan perkebunan dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
“Kami akan terus mendorong regulasi, penganggaran, dan pengawasan yang berpihak pada penguatan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, termasuk peningkatan kesejahteraan para petani, pembudidaya ikan, serta pelaku UMKM perikanan maupun pertanian,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Ketua DPR RI Puan Maharani atas bantuan yang telah diberikan.
Terlebih lagi angka stunting masih cukup tinggi, berdasarkan data EPPGBM 13,9 persen.
“Kemudian perlu penanganan bersama-sama agar angka stunting bisa cepat menurun. Alhamdulillah di respon baik dengan beliau dengan menghadirkan program gemar makan ikan ini. Harapannya bersama-sama bisa menurunkan angka stunting sekaligus membiasakan warga untuk mengkonsumsi ikan,” ujarnya.