JATINOM – Acara Festival Durian Jatinom yang digelar di Lapangan Merdeka Desa Randulanang Minggu (8/2/2026) berlangsung lebih meriah dan lebih tertib, namun demikian, 6.000 packing durian yang ditukar vocer oleh warga ludes dalam kurun waktu sekitar 30 menit, padahal masih banyak warga yang belum menukar vocer namun durian sudah habis. Sejak pagi pukul 07.00 WIB, warga yang datang dari berbagai wilayah, baik dari Jatinom dan sekitarnya hingga dari luar Klaten sudah memenuhi Lapangan Merdeka Desa Randulanang, mereka ingin mendapatkan vocer durian gratis yang disediakan panitia.
Acara Festival Durian sebelunya diisi dengan kegiatan senam massal bersama, kirab Gunungan Apem dan Sayuran, tari topeng Ireng dan panggung hiburan musik. Mengawali acara, Plt Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Klaten Purwanto menyampaikan Festival Durian su dah menjadi agenda tahunan meski sempat terhenti selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Purwanto yang mewakili Bupati Klaten juga mengajak kepada warga yang hadir untuk mendoakan kepergian Wabup Klaten, Benny Indra Ardhianto.

“Bapak Bupati tidak bisa rawuh karena masih berduka dan takziah di rumah duka almarhum mas Benny Wabup Klaten yang telah tutup usia pada Sabtu kemaren, untuk itu mari kita mendoakan bersa ma-sama agar almarhum mas Benny di terima amal ibadahnya dan diampuni semua dosa-dosa nya,” ajak Purwanto kepada warga.
Purwanto berharap festival durian ini menjadi ikon baru me leng kapi beberapa kegiatan lainnya yang sudah menjadi ikon destinasi wisata baru, seperti tradisi sebaran apem Yaa Qawiyyu di Jatinom serta Grebeg Syawalan di Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat.
Lebih lanjut dikatakan, Festival Durian merupakan upaya pening katan perekonomian Daerah khususnya di Wilayah Kecamatan Jatinom, termasuk Desa Randulanang yang menjadi sentra durian di Klaten, durian-durian itu dibeli dari para pedagang terutama di Wilayah Kecamatan Jatinom yang men jadi penghasil durian seperti Desa Beteng, Temuireng, Kayumas, Randulanang, dan lainnya. “Festival ini digelar sekaligus guna mengembangkan potensi lokal mulai dari ekonomi, budaya, serta pariwisata, sebab Kecamatan Jatinom adalah salah satu wilayah, yang menjadi sentra penghasil durian selain Karangnongko serta Kemalang.” jelas Purwanto.

Usai sambutan, Purwanto secara simbolis mengawali menyebarkan durian yang sudah di packing ke pada pengunjung yang sudah menyemut didepan panggung.
Camat Jatinom, Agus Sunyoto menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh pengunjung daramanapun asalnya. Ia mengaku te lah menyediakan 7.000 packing durian atau kemasan durian yang siap dibagikan kepada puengunjung dengan cara menukarkan vocer dilokasi stan yang ada. “Panitia menyediakan 6.000 vocer yang nantinya akan ditukar dengan durian, 1 vocer bisa ditukar dengan 1 pack durian,” ujar Agus Sunyoto.
Agus Sunyoto menambahkan se belumnya terdapat tim yang menyeleksi buah secara khusus, sehingga buah yang dikemas untuk masyarakat dipastikan enak dan layak untuk dikonsumsi.
Selain dihadiri Plt Kepala Disbudparpora, turut hadir segenap jajaran Pemerintah Kecama tan (Pemcam) Kemalangserta tamu-tamu undangan, kegiatan bersifat terbuka untuk masyarakat umum dan berhasil sukses disambut antusiasme oleh warga, dengan animo pengunjung yang hadir membludak baik dilapangan maupun diluar lapangan.

Salah seorang pengunjung, Mia (25), dirinya mengaku senang bisa mendapatkan 1 vocer dan telah ditukar dengan 1 packing durian. “Alhamdulillah sudah saya tukar vocernya, dan ini hasilnya akan sa ya bawa pulang,” ujar ibu muda yang mengaku dari Danguran, Klaten Selatan ini.
Pengunjunga lainnya, Syawal (58) juga mengaku senang, karena ia bersama dua anaknya bisa mendapatkan vocer dan telah menu karkan vocer dengan durian. “Dapat 3 vocer, dan sudah saya tukarkan dengan durian. Tadi di Stan nomor 2 saya menuarnya,” kata Syawal, warga Desa Pondok, Karanganom ini.
Sementara itu, ada tiga pengunjung yang ketika ingin menukar vocer pihak panitia mengaku su dah habis duriannya. “Yang didepan saya masih kumanan, tapi pas giliran saya kok habis katanya, pa dahal baru sekitar 30 menit dari di layani penukaran vocer,” keluh Yani (28), warga Mrisen, Juwiring. Senada juga diungkapkan Suma di (46), warga Desa Kepo song, Musuk, Boyolali. Ia hendk menukar vocer ke stan no 2, tapi begitu menukar kata panitia sudah habis.
“Masa dari saya duduk di depan KDMP Merah Putih menuju stan nomor 2 ingin menukar vocer, setelah tiba di stan katanya sudah habis, padahal hanya berapa menit saya berjalan dari saya duduk hinhga ke stan nomor 2, katanya su dah habis, ini beneran tidak sih katanya 6.000 packing masak diserbu sebentar saja sudah habis,” ujar Sumadi. (bud)