• Fri. Aug 29th, 2025

Joglo Pos

Koran Umum Sahabat Masyarakat Klaten

158 Siswa-siswi SD Ikuti Lomba FTBI di Tulung

ByMuslih Budi

Aug 29, 2025
Share :

TULUNG – Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten menggelar lomba  Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI)  tingkat Sekolah Dasar se-wilayah Kecamatan Tulung.  Lomba dilaksanakan di SD Negeri 1 Cokro, Tulung, Rabu (27/8/2025).

Ketua Panitia lomba FTBI, Wahyuti, SPd, SD mengatakan lomba meliputi tujuh (7) cabang, antara lain Cerkak, Sesorah (Berpidato), Macapat, Geguritan, nulis lan maca aksara jawa dan Ndagel Ijen (Komedi Tunggal). “Ada tujuh kategori cabang lomba dengan jumlah peserta mencapai 158 siswa yang berasal dari 27 SD Negeri maupun SD Swasta,” kata Wahyuti.

Korwil Pendidikan Kecamatan Tulung, Ismiyati, SPd menyampaikan sambutan pada pembukaan Lomba FTBI tingka SD se-Kecamatan Tulung.

Korwil Pendidikan Kecamatan Tulung, Ismiyati, SPd dalam sambuta pembukaan lomba menyampaikan terimakasih kepada panitia hyang sudah berkenan menyelenggarakan loma FTBI tingkat SD se-Kecamatan Tulung. Ismiyati juga berterimakasih kepada seluruh peserta lomba yang telah turut meramaikan perlombaan.

Para siswa-siswi peserta lomba FTBI mengikuti upacara pembukaan di SD Negeri 1 Cokro.

Dalam kesempatan itu, Ismiyati juga memberikan motivasi atau semangat kepada siswa-siswi peserta lomba. “Ayo anak-anak yang semangat, asah bakat kalian semaksimal mungkin pada perlombaan ini,” ujar Ismiyati.

Menurut Ismiyati, Lomba FTBI ini bukanlah sekadar kompetisi untuk mencari pemenang, tetapi lebih dari itu, kegiatan tersebut lebih pada untuk mempererat tali silaturahim seluruh civitas di tingkat SD, mengembangkan bakat serta menumbuhkan sportifitas bagi siswa. “Selain itu juga untuk melestarikan budaya yang sangat beragam kita miliki, termasuk seperti geguritan, macapat dan lainnya  itu meruapakam kekayaan seni yang perlu dilestarikan,” jelas Ismiyati.

Para guru dan tim juri juga turut upacara pembukaan lomba FTBI.

Untuk para peserta, lanjut Ismiyati, saya berpesan untuk menjunjung tinggi sportivitas. “Menang atau kalah adalah hal yang biasa dalam sebuah perlombaan. Yang terpenting adalah pengalaman, semangat kebersamaan, dan kecintaan kita pada budaya Indonesia. Teruslah berlatih, jangan pernah menyerah, dan jadilah generasi penerus bangsa yang bangga akan budayanya,” pungas Ismiyati.  (bud)

 

 

Kirim berita :
Hubungi Redaksi ?
Hallo, Selamat datang di Redaksi Joglo Pos !
Ada berita yang ingin disampaikan ?
Silahkan ditulis lengkap kejadian peristiwa beserta fotonya !
Menerima update berita ? OK No thanks